Saturday, 14 November 2015

Remaja Sering Begadang Mengakibatkan Kegemukan

Remaja Sering Begadang Mengakibatkan Kegemukan


Apakah anda termasuk orang yang sering bergadang???apabila ya taukah anda kalau sering bergadang mengakibatkan kegemukan.Kalau gak percaya baca selengkapnnya:
Peneliti dari the Sleep and Mood Research Clinic, University of California, mempelajari pengaruh jam tidur terhadap berat badan seseorang. 

Penelitian yang diterbitkan pada jurnal kedokteran SLEEP ini menemukan bahwa remaja yang tidur larut lebih mudah mengalami kenaikan berat badan dibanding mereka yang tidur lebih awal. 

Obesitas dan jam biologis

World Health Organization telah menyatakan obesitas sebagai epidemi global. Obesitas merupakan sebuah penyakit multisistem yang mempengaruhi kesehatan fisik maupun emosional seseorang. 

Saat ini di Indonesia khususnya, masalah obesitas masih dilihat sebagai ketidakseimbangan antara aktivitas fisik dan pola makan seseorang. Namun tidak demikian di negara-negara maju, yang telah meneliti efek kesehatan tidur bagi sistem metabolisme seseorang. 

Pola tidur-terjaga atau irama sirkadian, yang dikontrol oleh jam biologis, ternyata sangat mempengaruhi sistem metabolisme seseorang. Pada remaja, para ahli menemukan bahwa mereka cenderung untuk tidur lebih larut. 

Beberapa penelitian mengaku menemukan sekitar 40 persen -60 persen remaja lebih suka tidur larut. Jika semula mereka tidur di jam 9:00-10:00 malam, perlahan kita dapati tidur di atas jam 11:00 malam.

Di luar itu, penelitian yang diterbitkan pada jurnal Eating Behaviour tahun 2009, mendapati bahwa remaja yang tidur larut, cenderung lebih banyak mengonsumsi makanan cepat saji dibanding yang tidur lebih cepat. 

Jurnal SLEEP tahun 2011 juga sebutkan bahwa remaja yang tidur larut 2 kali lebih beresiko alami obesitas dibanding yang tidur awal. 

Tidur larut, kurang tidur dan kantuk berlebihan di kalangan remaja sudah menjadi masalah kesehatan yang mengkhawatirkan. Beberapa penelitian sebutkan angka 45 persen - 80 persen remaja alami kurang tidur di hari-hari sekolah. Yang tentu saja berakibat langsung pada prestasi akademis, olah raga, kesehatan dan kenakalan pada remaja. 

shutterstockIlustrasi
Penelitian


Kelompok peneliti menganalisa data dari 3.300 remaja dan dewasa. Jadwal tidur selama 5 tahun diikuti. Didapati bahwa setiap jam kekurangan tidur akan meningkatkan BMI sekitar 2,1. BMI (Body Mass Index) atau indeks massa tubuh adalah ukuran kegemukan seseorang yang berkisar antara 18,5-30. 

Disimpulkan bahwa semakin larut remaja tidur, semakin besar juga kemungkinan pertambahan berat badannya.

Di Amerika, manusia dewasa didapati semakin kurang tidur. Dari data 2013 oleh National Sleep Foundation didapati bahwa tidur semakin berkurang. Orang Amerika rata-rata tidur 6,5 jam setiap harinya. Sangat kurang dibanding kebutuhan tidur dewasa yang berkisar antara 7-9 jam perhari. Sementara itu lingkar pinggang juga bertambah 4 kali lipat. Diperkirakan 35 persen orang mengalami obesitas. 

Kesimpulan

Jam biologis remaja yang cenderung tidur larut patut diwaspadai. Dalam praktek sehari-hari semakin banyak didapati keluhan remaja yang mengalami kantuk berlebihan di siang hari. Akibatnya performa pun menurun drastis. Belum lagi resiko alami kecelakaan lalu lintas akibat kantuk. 

Kegemukan pada remaja dipicu juga dengan kecenderungan ngemil saat terjaga hingga larut dan kecenderungan kehidupan digital 24 jam. Apalagi dengan semakin dimudahkannya akses makanan cepat saji di tengah malam. Dengan jumlah tidur rata-rata 6 jam 45 menit sehari, Indonesia terancam alami penurunan kualitas sumber daya manusia. 

Prioritaskan kesehatan tidur untuk kualitas manusia Indonesia yang lebih baik.

Heboh!!!!!Diabetes Banyak Diderita Orang Muda

Heboh!!!!!Diabetes Banyak Diderita Orang Muda

Diabetes adalah suatu penyakit dimana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin (hormon pengatur gula darah) atau insulin yang dihasilkan tidak mencukupi atau insulin tidak bekerja dengan baik. Oleh karena itu akan menyebabkan gula darah meningkat saat diperiksa. 
Prevalensi pengidap diabetes  di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data International diabetes Federation (IDF), 9 juta penduduk Indonesia hidup dengan diabetes . Yang mengkhawatirkan, diabetes banyak terjadi pada usia produktif. 

"Posisi usia penyandang diabetes tidak berubah-ubah. Paling banyak usia produktif. Kalau terus terjadi, banyak kehilangan sumber daya manusia berkualitas karena menurunnya produktivitas," ujar Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Achmad Rudjianto dalam jumpa pers Hari diabetes  Sedunia di Jakarta, Sabtu (14/11/2015). 

Rudjianto mengungkapkan, tingginya angka diabetes  di Indonesia akibat perubahan gaya hidup. Banyak orang-orang di usia produktif konsumsi makanan berlebihan, makanan cepat saji, kurang bergerak, tak pernah berolahraga, dan merokok. 

Tanpa disadari, pola hidup tersebut sebenarnya mengundang penyakit diabetes . Penyakit ini jarang disadari karena berkembang perlahan dan tidak bergejala. 

Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Lily S Sulistyowati menambahkan, tingginya penyandang  diabetes, khususnya di usia produktif, akan meningkatkan disabilitas, kematian dini, dan beban biaya kesehatan. 

Hal ini tentu akan mengancam bonus demografi di Indonesia. Sejak adanya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), angka berobat ke fasilitas kesehatan mengalami peningkatan secara drastis. 

diabetes menenpari posisi keenam sebagai penyakit dengan beban ekonomi kesehatan tinggi. "Jadi upaya promotif dan preventif saat ini lebih kita kedepankan dibanding pengobatan," kata Lily. 

diabetes telah menjadi permasalahan di dunia. Saat ini, menurut data IDF, sekitar 320 masyarakat di dunia adalah penyandang diabetes . Jika dibiarkan, kasus diabetes  di dunia diperkirakan akan meningkat menjadi 529 juta jiwa pada tahun 2035. 

Pada Hari diabetes Sedunia yang jatuh pada hari ini, pemerintah Indonesia menekankan pada pentingnya menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah diabetes  .

Keinginan Rossi di Brasil

Keinginan Rossi di Brasil


Pembalap Manor Marussia, Alexander Rossi, berambisi tampil impresif untuk seri terakhirnya di musim ini yakni GP Brasil. Dia  yakin bisa melanjutkan momentum positif yang sedang terjadi.

Rossi dikontrak Manor Marussia untuk membalap di Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Meksiko, dan Brasil. Pembalap berkebangsaan Amerika Serikat tersebut mencatatkan hasil memuaskan dengan selalu finis di depan rekan setim, Will Stevens, di setiap lomba.
Adapun Rossi akan kembali berlaga di GP2 saat seri pamungkas yakni GP Abu Dhabi. Maka dari itu, pembalap berusia 24 tahun tersebut berharap bisa menutup musim F1 dengan catatan memukau di Brasil.
“Brasil adalah balapan terakhir saya untuk musim 2015 untuk Manor Marussia. Saya benar-benar berharap hasilnya akan positif seperti empat seri sebelumnya. Saya sangat puas dengan performa saya sejauh ini,” kata Rossi, seperti dikutip GP Update, Minggu (15/11/2015).
“Kami akan berusaha menjaga momentum hingga akhir dengan catatan yang bagus. Ini adalah trek yang pernah saya coba dan menangi di masa lalu. Jadi, saya sangat antusias mengaspal Autodromo Jose Carlos Pace,” sambungnya.
Baca juga: 10 skenario agar rossi bisa juara dunia

Friday, 13 November 2015

Lindungi Diri Dari Asap Bagi Penderita Paru-paru dan Jantung.

Cara lindungi Diri dari Asap bagi Penderita Penyakit Paru dan Jantung

Bagaimana si Cara lindungi Diri dari Asap bagi Penderita Penyakit Paru dan Jantung.yuk baca penjelasannya!!!!
    Asap jika dihirup dalam jumlah besar bisa mengakibatkan manusia terkena berbagai penyakit pernapasan yang menyerang paru-paru. Apalagi, jika dihirup oleh penderita penyakit jantung  dan paru-paru, asap bisa menimbulkan efek yang lebih serius, bahkan kematian.
Menurut Dr. Zulkifli Amin dari Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia, paparan asap bisa menimbulkan komplikasi pernapasan, bahkan kematian. Sehingga, memperburuk kondisi tubuh mereka yang sudah lemah.

Padahal, oksigen dalam jumlah normal sangat dibutuhkan oleh mereka yang kondisi tubuhnya lemah karena penyakit.
“Ketika oksigen berkurang pada penderita penyakit paru menahun, usia lanjut, asma, dan jantung maka efek jangka pendek akan berimbas pada kondisi tubuh mereka,” ujarnya dalam forum “Evaluasi Dampak Asap Terhadap Kesehatan” di RSCM, Jakarta (12/11/2015).
Karena itu, para penderita penyakit paru dan  jantung harus bisa melindungi diri mereka dari paparan asap, agar penyakitnya tak bertambah parah. Sangat penting untuk memerhatikan kondisi asap di lingkungan sekitar. Selan itu, juga selalu lindungi diri dengan masker setiap keluar rumah, untuk mencegah bahaya lanjutan dari paparan asap.
Dr. Zulkifli menambahkan, meski demikian, masker tak bisa menjadi pelindung dalam waktu lama. Jika penderita penyakit paru dan jantung berada dalam kepungan asap, satu-satunya yang bisa dilakukan adalah memindahkan mereka dari tempat tersebut.

Perlindungan hanya dengan menggunakan masker tidaklah cukup. Masker yang dipakai tentu ada keterbatasan dalam mencegah komplikasi dari asap.
“Pertama, selalu berada di ruangan yang oksigennya bersih, seperti ruangan ber-AC, lalu memakai masker yang memenuhi syarat, dan menyiapkan diri jika mendapat serangan yang akut. Tenaga medis harus tahu riwayat penyakitnya agar penanganan tak meleset. Tapi, perlindungan terbaik bagi penderita paru dan  jantung  adalah dipindahkan dari tempat berasap, lakukan evakuasi,” jelas dr. Zulkifli.

SAAT MERAYAKAN PESTA LORENZO TERLUKA


 LORENZO TERLUKA SAAT MERAYAKAN PESTA KEMENANGANNYA


Perayaan pesta juara Jorge Lorenzo di kampung halamannya, Mallorca, Spanyol diganggu oleh sebuah insiden. Akibat dari insiden itu, Lorenzo mengalami luka bakar di kaki kirinya.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (12/11/2015) malam waktu setempat ketika Lorenzo hendak meninggalkan bandara di dekat ibukota Palma bersama iring-iringan fans.

Akan tetapi, entah bagaimana asap keluar dari mesin motor yang ditungganggi Lorenzo. Lorenzo buru-buru melompat dan ia terlihat menepuk-nepuk kakinya setelah itu.

Tidak diketahui seberapa parah kadar lukanya itu, tapi Lorenzo masih bisa menghadiri sebuah acara dengan Presiden Kepulauan Balearic Francina Armengol dengan balutan perban yang cukup tebal dari lutut sampai pergelangan kaki.

Membicarakan kejadian itu, Lorenzo mengindikasikan bahwa lukanya tidak serius. "Kalau aku bisa tetap membalap di Assen setelah menjalani operasi tulang selangka, maka luka ini tidak ada apa-apanya," ucap Lorenzo sebagaimana dikutip Reuters.

Pebalap berusia 28 tahun itu meraih titel juara dunia kelima atau yang ketiga di kelas MotoGP setelah mengalahkan rekan setimnya, Valentino Rossi dalam balapan terakhir di Valencia akhir pekan lalu. Lorenzo mengakhiri musim ini dengan 330 poin, unggul lima poin dari Rossi yang finis runner-up.
Baca juga: Marquez Bertarung dengan Lorenzo

ALAT KOSMETIK INI DAPAT MEMICU RADANG TENGGOROKAN

ALAT KOSMETIK INI DAPAT MEMICU RADANG TENGGOROKAN

Apakah anda termasuk orang yang sering menggunakan kuas kosmetik???Apabila ya bersiap-siaplah untuk menjaga kuas kosmetik tetap bersih.Karena kuas kosmetik yang kotor dapat memicu radang tenggorokan.

Menurut Sejal Shah M.D, dokter kulit papan atas di New York, kuas make-up yang jarang dibersihkan akan menyimpan banyak bakteri sehingga tanpa sadar membuat Anda mengoleskan bakteri pada kulit wajah.
Selain bisa menyebabkan radang tenggorokan, tumpukan kotoran, debu, hingga bakteri yang mengendap dalam kuas kosmetik umumnya menyebabkan infeksi kulit berupa jerawat.
Sayangnya, banyak yang salah paham duluan bahwa kandungan kosmetik lah yang penjadi penyebab utama wajah berjerawat, padahal belum tentu. Bisa jadi itu karena kuas yang tak pernah dibersihkan.
“Bakteri yang paling umum mengendap dalam kuas ialah Staphylococcus dan Streptococcus, yaitu bakteri buruk penyebab infeksi kulit dan radang tenggorokan. Selain jerawat, bakteri tersebut bisa membuat kulit kusam, ruam, bahkan infeksi mata. Bahkan pernah ada yang mengalami kulit berjamur bahkan herpes,” papar Shah.
Shah pun menyarankan Anda untuk mencuci kuas kosmetik dengan sabun setidaknya seminggu sekali. Sering atau tidaknya bergantung dari seberapa sering Anda menggunakan kuas. Bagi Anda dengan kulit wajah berminyak atau berjerawat, disarankan untuk lebih sering membersihkan kuas serta alat-alat kosmetik lainnya.
Bahkan, mengganti spons bedak setidaknya sebulan sekali. Ada baiknya untuk menghindari berbagi kuas dengan orang lain, terlebih untuk Anda pemilik kulit sensitif.
Baca juga:artikel tentang make up

Stres dapat mengakibatkan kesehatan kulit terganggu.Intip kebenarannya.

Stres dapat mengakibatkan Kesehatan Kulit Terganggu


   Stres dapat mengakibatkan Kesehatan Kulit Terganggu,karena:

1. Jerawat bertambah parah
Saat stres, tubuh kita mengeluarkan hormon kortisol. “Ketika hormon kortisol naik, kadar hormon testosteron akan ikut naik. Hormon khas pria ini (testoteron) menyebabkan terjadi lonjakan produksi sebum atau minyak di kulit sehingga menyebabkan jerawat memerah dan lebih meradang,” kata dokter kulit Neal Schultz, MD
Atasi dengan: Cuci wajah dua kali sehari untuk melenyapkan kelebihan minyak. Aplikasikan obat jerawat yang mengandung benzoyl peroxide untuk membunuh bakteri dan meredakan peradangan.

2. Mata Anda terlihat sangat lelah
Dalam kondisi stres, Anda akan cenderung kurang tidur. Hasilnya, sirkulasi darah Anda melambat sehingga pembuluh darah di bawah mata meluas dan menyebabkan lingkaran hitam di sekitar mata dan mata sembab, kata dokter spesialis kulit Jeanette Graf, MD.
Atasi dengan: Tidur cukup dan gunakan concealer dengan ujung yang mampu memijat kulit di sekitar mata agar mata nampak lebih cerah.

3. Kulit terlihat kusam
Kulit bercahaya Anda akan hilang begitu Anda dilanda stres, karena tubuh Anda kehilangan cairan sehingga tidak mampu menyingkirkan sel-sel kulit mati sebagaimana biasanya, jelas dokter kulit Amy Wechsler, M.D.
Atasi dengan: Anda membutuhkan hidrasi dan pengelupasan kulit. Solusi termudah: gunakan pelembab wajah dengan asam salisilat untuk mengelupas sel-sel kulit mati, sekaligus membantu kulit mendapatkan kelembabannya kembali.

4. Wajah Memerah
Peradangan adalah hasil lain dari stres. Selain itu, stres juga akan membuat kulit menjadi lebih sensitif, kering, dan teriritasi,serta dapat memicu ketombe pada wajah berbentuk serpihan kecil di sekitar hidung dan alis, kata Dr Schultz.
Atasi dengan: Anda bisa mengandalkan masker alami untuk menenangkan kulit, seperti masker bunga chamomile, mentimun, atau lidah buaya.

5. Kutikula Anda rusak
Menggiti kulu dan kutikula adalah kebiasaan umum orang yang sedang gugup atau stres. Menurut Dr. Wechsler, hal ini adalah upaya alam bawah sadar untuk mengontrol emosi.
Atasi dengan: Mengaplikasikan krim kutikula. Atau, jika memungkinkan, kenakan pewarna kuku berwarna hijau lembut. Penelitian menyebutkan, warna hijau lembut memiliki efek menenangkan emosi yang sedang galau.Baca juga: stress ball bisa bantu redakan stress seseorang